SMPK 2 Harapan Gelar Program Orang Tua Inspiratif, Edukasi Siswa Pola Hidup Sehat dan Kepercayaan Diri

Untal-untal, 30 Oktober 2026 – SMPK 2 Harapan menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Orang Tua Inspiratif” di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menghadirkan Asri Lestarini dari Fakultas Psikologi Universitas Warmadewa sebagai narasumber, dengan mengusung pesan utama “Berenergi, Kuat, Percaya Diri” bagi para siswa.

Dalam pemaparan materi, narasumber mengajak para siswa berdiskusi secara interaktif mengenai mitos dan fakta seputar pola makan harian. Untuk mempermudah pemahaman, materi disajikan melalui analogi fungsi tubuh yang disamakan dengan perangkat gawai (smartphone):

  • Karbohidrat (Nasi/Makanan Pokok): Berperan sebagai daya baterai atau sumber energi harian.
  • Protein (Telur/Ayam/Tempe/Ikan): Berperan sebagai mesin atau bahan pembangun tubuh.
  • Sayur dan Buah: Berperan sebagai pelindung atau penunjang ketahanan tubuh.

Siswa juga diperkenalkan pada konsep porsi makan seimbang melalui panduan “Piring Berenergi Versi SMP”, yang membagi porsi piring menjadi setengah bagian untuk sayur dan buah, seperempat bagian untuk makanan pokok, serta seperempat bagian sisanya untuk lauk-pauk sumber protein.

Sesi edukasi turut menyoroti bahaya kadar gula tersembunyi (bom gula) pada berbagai jenis minuman kemasan dan kekinian. Dalam ilustrasi yang ditunjukkan, satu gelas boba diperkirakan mengandung sekitar 8 sendok gula, sementara teh kemasan dan minuman energi mengandung rata-rata 6 sendok gula. Siswa diimbau untuk lebih cermat memperhatikan kandungan gula dan mengutamakan air putih sebagai pilihan utama.

Selain itu, disampaikan pula perbedaan antara lapar fisik (lapar betulan) yang muncul secara bertahap dan lapar emosional (lapar palsu) yang datang secara tiba-tiba akibat rasa bosan atau stres setelah ulangan. Siswa diajarkan trik jeda 10 menit dengan meminum air putih terlebih dahulu untuk memastikan kebutuhan cairan tubuh.

Di samping aspek nutrisi, kegiatan ini membekali siswa dengan pemahaman kesehatan mental mengenai citra tubuh (body image) pada masa pubertas. Narasumber mengingatkan bahwa penampilan di media sosial sering kali dipengaruhi oleh filter, sedangkan perubahan fisik seperti jerawat merupakan hal yang umum terjadi saat pertumbuhan. Para siswa diajak untuk tidak saling melakukan penilaian fisik (body shaming) guna menciptakan suasana sekolah yang aman dan mendukung.

Sebagai penutup rangkaian acara, siswa diajak berpartisipasi dalam “Tantangan 7 Hari” untuk membangun kebiasaan kecil yang konsisten:

  • Menambahkan asupan protein (telur atau tempe) saat sarapan.
  • Membawa tambahan satu botol air putih.
  • Menambah waktu tidur 30 menit lebih awal.

Kegiatan edukasi diakhiri dengan seruan bersama “Aku Sehat, Aku Kuat, Aku Hebat” serta sesi penutupan di SMPK 2 Harapan.  (Vic)