“Savage!” Tim Mobile Legends SMPK 2 Harapan Rajai Land of Dawn, Sabet Juara 1 di Ignet Fest #2

Ubud, 19 Januari 2026 – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa SMPK 2 Harapan. Kali ini, giliran tim E-Sport divisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang unjuk gigi dengan meraih gelar Juara 1 dalam ajang Ignet Fest #2 yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 1 Mas Ubud.

Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Menghadapi tim-tim tangguh dari berbagai sekolah, skuad SMPK 2 Harapan menunjukkan mental juara, strategi draft pick yang cerdas, dan eksekusi permainan yang disiplin di Land of Dawn.

Keberhasilan tim ini tak lepas dari chemistry yang kuat antar pemain yang mengisi posisinya masing-masing dengan sangat baik. Berikut adalah deretan roster (pemain) yang berhasil mengharumkan nama sekolah:

Nyoman Satria Kusuma Wardana (IX E) Sebagai Midlaner, Satria tampil sebagai jenderal lapangan tengah. Ia sukses mengatur tempo permainan, melakukan rotasi cepat, dan memberikan support damage yang krusial saat team fight.

Anak Agung Bima Putra Dharma (IX F) Mengisi posisi Goldlaner, Bima menjadi ujung tombak serangan (carry) tim. Kemampuannya dalam farming dan positioning saat late game memastikan tim memiliki daya gedor yang mematikan.

I Made Galih Suprapta Giri (IX D) Bermain sebagai Jungler, Galih adalah eksekutor objektif utama. Kecepatan tangannya dalam perebutan Turtle dan Lord (Retribution) seringkali menjadi momentum kunci kemenangan tim.

Raditya (IX A) sebagai Roamer, Raditya mengisi peran vital sebagai mata dan telinga tim. Mereka bertugas membuka peta (vision), melindungi rekan setim, dan menginisiasi serangan kejutan kepada lawan.

Alfredo Alvin Joshua (IX D) dan Gerardus I Gusti Ngurah Arya Sastrasena (VII B) Duo tangguh ini berperan di posisi Explaner. Ketahanan fisik hero yang mereka mainkan serta kemampuan inisiasi perang menjadi benteng pertahanan yang sulit ditembus lawan. Kehadiran Gerardus dari kelas VII juga membuktikan bahwa talenta muda SMPK 2 Harapan mampu bersaing di level tinggi bersama kakak kelasnya.

Di babak final, tim SMPK 2 Harapan tampil meyakinkan. Koordinasi antara lini depan yang dipimpin oleh Alfredo dan Gerardus, disokong oleh damage besar dari Bima dan Satria, serta penguasaan area hutan oleh Galih, membuat lawan tak berkutik.

“Kunci kemenangan kami adalah komunikasi dan saling percaya. Saat war, kami tahu tugas masing-masing,” ungkap salah satu perwakilan tim usai pertandingan.

Pihak sekolah SMPK 2 Harapan menyambut gembira prestasi ini. Kemenangan di Ignet Fest #2 membuktikan bahwa ekstrakurikuler E-Sport di sekolah tidak hanya sekadar bermain game, melainkan wadah pembinaan strategi, kekompakan, dan mental kompetitif yang positif. (Vic)