Digitalisasi Evaluasi Belajar, SMPK 2 Harapan Gelar SAT 2026 Berbasis Platform KBS

Untal-untal, 4 Juni 2026– Mengakhiri proses pembelajaran pada Tahun Pelajaran 2025/2026, SMPK 2 Harapan yang berlokasi di Untal-untal, Dalung, Kuta Utara, kembali menyelenggarakan kegiatan Sumatif Akhir Tahun (SAT). Evaluasi akademik yang menjadi salah satu dasar penentu kenaikan kelas ini dilaksanakan selama empat hari, yakni pada tanggal 25, 26, 29 Mei, dan 2 Juni 2026.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, pelaksanaan SAT tahun ini diselenggarakan sepenuhnya secara dalam jaringan (daring) dengan memanfaatkan platform Kertha Bali Shanti (KBS). Penggunaan sistem ini diharapkan dapat menciptakan proses asesmen yang lebih efisien, transparan, adil, dan adaptif.

Berdasarkan program yang telah disahkan oleh Kepala SMPK 2 Harapan, I Ketut Rako Junaedi, S.S., M.Pd. , pelaksanaan asesmen dalam Kurikulum Merdeka ini tidak hanya ditujukan sebagai alat ukur pencapaian siswa. Hasil evaluasi ini juga akan digunakan sebagai sarana refleksi proses pembelajaran guna mewujudkan perbaikan yang berkelanjutan.

Demi menyukseskan ujian berbasis digital ini, kepanitiaan yang diketuai oleh Emaria Pelawi, SE., MA., telah melakukan berbagai persiapan teknis. Pelaksanaan SAT diatur dengan pedoman operasional yang terstruktur:

  • Format dan Akses Ujian: Siswa mengerjakan soal berbentuk pilihan ganda yang dimunculkan secara otomatis melalui platform KBS. Ujian tetap dilaksanakan secara terpusat di lingkungan sekolah, di mana setiap siswa menggunakan akun login masing-masing.
  • Pengawasan Ketat: Untuk menjaga integritas dan ketertiban, setiap ruang ujian diawasi langsung oleh satu orang guru.
  • Dukungan Tim IT: Tim IT bersama panitia bersiaga penuh selama sesi ujian untuk segera menangani kendala teknis, baik yang bersumber dari gangguan server maupun ketidakstabilan koneksi internet.
  • Monitoring Komprehensif: Pelaksanaan ujian juga dipantau oleh tim monitoring internal secara langsung dan daring, mencakup evaluasi kehadiran peserta hingga kepatuhan terhadap tata tertib.

Keunggulan penggunaan platform KBS tidak hanya terasa saat pelaksanaan ujian, tetapi juga pada tahap analisis. Sistem ini memfasilitasi ketersediaan data analitik hasil soal, seperti tingkat kesulitan dan daya pembeda, yang akan digunakan oleh guru untuk mengevaluasi instrumen ujian.

Sistem juga akan mencatat secara otomatis nilai siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Siswa-siswa tersebut nantinya akan diikutsertakan dalam program remedial atau pengayaan yang diselenggarakan secara daring maupun luring.

Sebagai muara dari rangkaian ujian ini, guru mata pelajaran akan menyerahkan rekap nilai akhir untuk dibahas dalam rapat dewan guru. Hasil final SAT kemudian akan dilaporkan secara transparan kepada orang tua melalui rapor fisik yang dilengkapi dengan catatan akademik dari wali kelas. (Vic)