Belajar Bermakna di Luar Kelas: Keseruan Excursion Siswa Kelas VIII SMPK 2 Harapan di Desa Wisata Rumah Desa

Tabanan, 11 April 2026 – Guna memberikan pengalaman belajar kontekstual dan interaksi langsung dengan lingkungan sekitar, SMPK 2 Harapan sukses menyelenggarakan kegiatan Excursion. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada hari Jumat, 10 April 2026, bertempat di Desa Wisata Rumah Desa yang berlokasi di Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Acara ini diikuti secara antusias oleh seluruh siswa kelas VIII, dengan didampingi langsung oleh Kepala Sekolah, staf pimpinan, wali kelas, guru, serta pegawai sekolah.

Pembelajaran sejatinya tidak hanya terbatas di dalam ruang kelas. Kegiatan Excursion ini dinilai penting oleh pihak sekolah untuk memperdalam pemahaman materi siswa sekaligus menumbuhkan karakter positif seperti kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap warisan budaya lokal.

Keseruan hari itu sudah dimulai sejak pukul 06.00 WITA ketika seluruh peserta berkumpul di Puspem Badung untuk pengarahan sebelum berangkat. Setibanya di lokasi pada pukul 08.00 WITA, para siswa disambut dengan keasrian desa dan langsung diperkenalkan pada filosofi arsitektur rumah tradisional Bali yang sarat akan makna spiritual.

Berbagai aktivitas pembuka yang kental akan budaya langsung menyedot perhatian siswa. Mereka diajak untuk berlatih ketelitian melalui kegiatan menulis aksara Bali di atas daun lontar serta mempelajari sejarah uang kepeng (pis bolong). Tidak hanya itu, para siswa juga mendapatkan pengalaman hands-on melalui lokakarya pembuatan minyak kelapa tradisional, meracik kuliner khas Bali, hingga membuat jaje (jajanan) Bali. Melalui proses ini, para siswa dilatih tentang kesabaran, kerja sama, dan cara menghargai proses berkarya.

Menjelang siang, agenda dilanjutkan dengan eksplorasi alam dan pertanian. Para siswa melakukan trekking melintasi area persawahan yang asri dan belajar langsung mengenai kehebatan sistem irigasi Subak yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia.

Bahkan, para peserta berkesempatan untuk turun langsung mempraktikkan cara bertani tradisional. Rangkaian aktivitas luar ruang ini semakin meriah dengan adanya outbound yang dirancang khusus untuk mengasah kekompakan, kepemimpinan, dan ketangguhan mental para siswa.

Setelah bersantap siang bersama dengan menu tradisional Bali, para siswa dikumpulkan untuk sesi refleksi. Pada sesi ini, mereka menyusun rangkuman kegiatan dan merancang laporan kelompok sebagai wujud pertanggungjawaban akademik, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi.