Tingkatkan Derajat Kesehatan Pelajar, UPTD Puskesmas Kuta Utara Gelar Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jenjang SMP
Untal-untal, 7 Agustus 2026 – Dalam upaya mendeteksi dini faktor risiko kesehatan serta mewujudkan generasi muda yang sehat dan bugar, UPTD Puskesmas Kuta Utara menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah bagi peserta didik jenjang SMP/MTs/Sederajat di seluruh wilayah Kecamatan Kuta Utara. Program pelayanan kesehatan berkala ini menyasar siswa kelas 7 hingga kelas 9 dengan fokus pemeriksaan utama pada siswa kelas 7.
Kepala UPTD Puskesmas Kuta Utara, dr. I Putu Milantika, M.P.H., menyampaikan bahwa program CKG ini merupakan bagian dari rangkaian pemeriksaan kesehatan siklus hidup untuk memantau tumbuh kembang dan kondisi fisik remaja secara berkala di satuan pendidikan.
Pemeriksaan kesehatan yang diberikan secara gratis ini mencakup 16 parameter komprehensif yang dirancang khusus untuk anak usia sekolah menengah (13–15 tahun):
- Kesehatan Indera: Skrining tajam penglihatan menggunakan Snellen Chart, pemeriksaan mata luar, tajam pendengaran tes berbisik, serta pemeriksaan liang telinga dari infeksi dan serumen impaksi.
- Kesehatan Gigi & Mulut: Pemeriksaan kondisi karies gigi.
- Status Gizi & Fisik: Pengukuran Berat Badan (BB) digital, Tinggi Badan (TB) dengan stadiometer, Indeks Massa Tubuh (IMT), serta pengukuran tekanan darah.
- Pemeriksaan Laboratorium & Faktor Risiko: Pengujian Gula Darah Sewaktu (GDS) serta skrining kadar Hemoglobin (HB) untuk deteksi anemia pada siswa kelas 7 putra dan putri.
- Skrining Penyakit & Imunisasi: Identifikasi faktor risiko Hepatitis B dan C (rapid HBsAg/anti HCV), Tuberkulosis, Talasemia, penyakit kulit (Kusta, Scabies, Frambusia), serta kuesioner kelengkapan imunisasi HPV khusus siswi kelas 9.
- Kebugaran & Perilaku: Pengukuran kebugaran jasmani melalui Single Test lari 1.600 meter, skrining kesehatan jiwa, kesehatan reproduksi, serta perilaku merokok.
Pelaksanaan CKG dilakukan dengan memadukan teknologi digital dan kolaborasi aktif antara tenaga medis serta pihak sekolah. Sebelum pemeriksaan di lapangan, para orang tua/wali siswa kelas 7 diarahkan untuk melakukan pendaftaran secara mandiri secara daring melalui situs ayockg.kemkes.go.id atau memindai QR Code resmi. Selain itu, peserta didik kelas 7 hingga 9 diwajibkan mengisi kuesioner skrining mandiri secara online.
Dalam pelaksanaannya, pengukuran status gizi (BB/TB) dan tes kebugaran jasmani dilakukan oleh guru pendamping serta guru olahraga sekolah yang berkolaborasi dengan petugas kesehatan. Khusus untuk pengambilan sampel darah pemeriksaan GDS dan Anemia pada siswa kelas 7, pihak Puskesmas menyertakan formulir persetujuan (informed consent) yang ditandatangani oleh orang tua/wali murid.
Pihak UPTD Puskesmas Kuta Utara berharap melalui kolaborasi yang solid dengan jajaran sekolah dan orang tua murid, program CKG ini dapat berjalan lancar sehingga potensi gangguan kesehatan pada remaja dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin demi mendukung proses belajar mengajar yang optimal. (Vic)



