Program Orang Tua Inspiratif: Membangun Gambar Diri yang Sehat Bersama Dr. Muhadi, M.Th.

Untal-untal, 30 Januari 2026 – SMPK 2 Harapan kembali menghadirkan program “Orang Tua Inspiratif” sebagai wadah bagi siswa-siswi untuk belajar nilai-nilai kehidupan langsung dari para praktisi dan orang tua murid. Kali ini, sekolah menghadirkan Dr. Muhadi, M.Th., seorang dosen di STTII Bali, yang membawakan materi mendalam tentang “Self Image” atau Gambar Diri.

Dalam sesi yang interaktif tersebut, Dr. Muhadi mengajak para siswa untuk merenungkan pertanyaan mendasar: “Siapa Aku?”. Beliau menjelaskan bahwa identitas dan tampilan seseorang sering kali merupakan hasil bentukan dari penilaian empat sumber utama, yaitu: orang lain, lingkungan, diri sendiri, dan Tuhan.

Dr. Muhadi menekankan bahwa penilaian negatif yang diterima seseorang dapat merusak jati diri yang asli. Beliau memaparkan bahwa gambar diri manusia sering kali dirusak melalui penilaian buruk orang lain yang kita terima mentah-mentah. Akibatnya, seseorang tidak lagi menjadi dirinya sendiri karena terlalu dipengaruhi oleh apa yang ia dengar.

Beberapa ciri gambar diri yang rusak yang harus diwaspadai oleh para siswa antara lain: Rasa takut gagal dan takut ditolak yang berlebihan, Munculnya kebiasaan buruk seperti suka berbohong, berkata kotor, dan merusak, Sikap yang ekstrem, baik itu menjadi sangat pemalu maupun menjadi pemberontak dan suka berkelahi. “Jika kita hanya tampil berdasarkan apa kata orang, kita tidak akan pernah berhasil. Penilaian diri yang salah hanya akan melahirkan konflik emosi yang berkepanjangan,” tegas Dr. Muhadi.

Untuk memulihkan gambar diri, Dr. Muhadi menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki tiga kebutuhan dasar yang harus terpenuhi secara sehat: Rasa Dimiliki: Merasa diterima di lingkungan sosialnya, Rasa Berdaya Guna: Merasa mampu dan memiliki kemampuan, Rasa Berharga: Merasa diri memiliki nilai yang penting.

Di akhir sesi, beliau mengingatkan bahwa cara kita menilai diri sendiri akan menentukan tiga hal besar dalam hidup: hubungan kita dengan Tuhan, pencapaian prestasi kita, serta setiap tindakan yang kita ambil sehari-hari.

Pesan utama yang ditinggalkan bagi siswa-siswi SMPK 2 Harapan adalah pentingnya untuk berhenti hidup berdasarkan standar atau penilaian negatif orang lain. Sebaliknya, setiap siswa harus menyadari bahwa mereka sangat berharga dan harus mampu menghargai diri sendiri.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang baru bagi para siswa agar lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi mereka tanpa bayang-bayang penilaian negatif dari luar. (Vic)