Angkat Isu Eksploitasi Anak Pesisir, Siswi SMPK 2 Harapan Raih Juara 2 Nasional di Ajang Gempita Nusantara 2025
Untal-untal, 20 Oktober 2025 – Prestasi membanggakan di kancah nasional kembali diukir oleh siswi SMPK 2 Harapan, Ni Putu Harsya Artanti. Ia berhasil mengharumkan nama sekolah dan daerah dengan meraih Juara 2 dalam Lomba Esai Ilmiah Tingkat Nasional Gempita Nusantara tahun 2025.
Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Forum Cendikiawan Muda Indonesia (FORCEMI) ini mengusung tema besar “Inovasi Generasi Muda untuk Indonesia Emas 2045”, menantang para pelajar untuk menuangkan ide-ide kritis dan solutif bagi masa depan bangsa.
Dalam ajang ini, Harsya menyita perhatian dewan juri melalui karya tulis ilmiahnya yang berjudul: “SEKAR PESISIR: Pendidikan Anak Sebagai Pemimpin Masa Depan Melalui Child-Safe Sustainable Tourism Education (CS-STE) Guna Mengentaskan Masalah Eksploitasi Anak Kawasan Pesisir” Karya ini lahir dari kepedulian mendalam Harsya terhadap realitas sosial di kawasan wisata, khususnya area pesisir, di mana anak-anak rentan menjadi objek eksploitasi ekonomi.
Melalui gagasan SEKAR PESISIR, Harsya menawarkan solusi berupa pendidikan pariwisata berkelanjutan yang ramah anak (Child-Safe Sustainable Tourism Education). Konsep ini bertujuan untuk membekali anak-anak pesisir bukan sebagai pekerja di bawah umur, melainkan sebagai calon pemimpin masa depan yang paham akan potensi dan kelestarian daerahnya menuju Indonesia Emas 2045.
Keberhasilan Ni Putu Harsya Artanti menyisihkan peserta lain dari berbagai sekolah di Indonesia menjadi bukti kualitas literasi dan kepekaan sosial siswa SMPK 2 Harapan. Pihak sekolah memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras dan ketajaman analisis Harsya dalam merumuskan solusi atas masalah sosial yang relevan dengan kondisi Bali sebagai destinasi wisata dunia. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Harsya. Ide yang dituangkan dalam esai ini sangat brilian dan menyentuh aspek kemanusiaan. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berpikir kritis dan berinovasi,” ujar Kepala Sekolah.


