Tiga Tim Esai SMPK 2 Harapan Borong Juara 1 Nasional di Airlangga Pioneer National Essay Competition

Jakarta, 19 Desember 2026 – Prestasi gemilang di bidang akademik kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMPK 2 Harapan. Dalam ajang bergengsi Airlangga Pioneer National Essay Competition, sekolah ini berhasil melakukan “sapu bersih” dengan menempatkan tiga timnya sebagai Juara 1 di tiga bidang sekaligus: Sosial Humaniora, Pariwisata, dan Teknologi.

Kompetisi ini menuntut ketajaman analisis, inovasi solusi, serta kemampuan penulisan ilmiah yang mumpuni. Para siswa SMPK 2 Harapan berhasil memukau dewan juri dengan mengangkat isu-isu krusial yang relevan dengan kondisi sosial dan lingkungan saat ini, khususnya di Bali.

Berikut adalah rincian prestasi ketiga tim hebat tersebut:

Di bidang Pariwisata, tim yang terdiri dari Komang Adi Putra Suadnyana dan I Gusti Ayu Natasha Maha Putri tampil luar biasa dan berhasil membawa pulang Medali Emas serta predikat Juara 1.

Karya tulis mereka berjudul:

“HARMONISASI ENAM PILAR: MEREKAYASA KEMBALI KESEIMBANGAN EKOLOGI-SOSIAL DARI TURBULENSI PARIWISATA DIGITAL BALI”

Esai ini menawarkan perspektif mendalam mengenai bagaimana menyeimbangkan dampak pariwisata digital dengan kelestarian ekologi dan sosial masyarakat Bali melalui pendekatan enam pilar harmonisasi.

Di bidang Teknologi, pasangan Ni Putu Harsya Artanti dan Dewa Made Keenan Azarya Diandra tidak hanya meraih Juara 1 dan Medali Perak, tetapi juga dinobatkan sebagai Juara Best Paper Terfavorit.

Karya mereka berjudul:

“SMART WATER GOVERNANCE UNTUK BALI: INTEGRASI KONSEP SMART CITY DAN MAR BERBASIS NILAI SAD KERTHI DALAM MENGATASI KRISIS TATA AIR AKIBAT PARIWISATA”

Karya ini dinilai sangat solutif karena menggabungkan konsep Smart City modern dengan nilai kearifan lokal Sad Kerthi untuk mengatasi krisis air yang menjadi ancaman nyata di Bali.

Di bidang Sosial Humaniora, tim yang digawangi oleh Ni Komang Septia Purnama Dewi dan Komang Denis Anggara Putra sukses meraih Juara 1 dan Medali Perak.

Judul karya mereka adalah:

“EMPATHY EDUCATION FOR CHILD: PENGUATAN ETIKA BERMEDIA SOSIAL GUNA MENEKAN ANGKA CYBERBULLYING BERBASIS KOMUNITAS MEWUJUDKAN RUANG DIGITAL RAMAH ANAK”

Esai ini menyoroti pentingnya pendidikan empati berbasis komunitas untuk menciptakan ruang digital yang aman dan ramah bagi anak-anak di tengah maraknya kasus perundungan siber (cyberbullying).

Keberhasilan memborong tiga gelar Juara 1 di berbagai bidang ini membuktikan bahwa siswa SMPK 2 Harapan memiliki kemampuan literasi, riset, dan berpikir kritis yang sangat baik. Mereka mampu merespons isu-isu global dan lokal dengan solusi yang inovatif dan ilmiah.

Pihak sekolah menyampaikan rasa bangga yang luar biasa atas pencapaian ini. “Ini adalah bukti bahwa generasi muda kita memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan sosialnya. Prestasi ini bukan hanya tentang piala, tapi tentang sumbangsih pemikiran mereka untuk masa depan,” ujar perwakilan sekolah. (Vic)